sketsamode.com

Sketsa Mode, Trend dan Gaya Hidup

Ulasan Seputar Baju Adat Jawa yang Harus Anda Ketahui

Jika Anda akan melangsungkan pernikahan dengan adat Jawa tetapi Anda belum mengetahui perbedaan antara baju adat Jawa Solo dan adat Jogja. Maka Anda harus menyimak ulasan ini hingga akhir. Menariknya, busana yang dianggap sebagian orang awam ini sama ternyata memiliki perbedaan yang perlu diperhatikan. Terlebih Anda bukan berasal dari Jawa namun calon pasangan Anda berasal dari Jawa.

Tata rias pengantin Solo terinspirasi dari bangsawan dan raja Keraton Kesunanan Surakarta maupun Istana Mangkunegara. Para pria umumnya menggunakan beskap langenhargan dengan dipadukan batik wiron bermotif Sidoasih prada serta menggunakan blangkon. Bagi mempelai perempuan akan menggunakan kebaya panjang dengan berbahan bludru dengan hiasan bordir bunga emas dengan motif bunga manggar. Kebaya tersebut dipadukan dengan kain yang bermotif Sidoasih prada. Untuk mempelai perempuan memang sepertinya sedikit rumit, tetapi akan menghasilkan identitas tradisional yang mengandung dengan banyak makna. Dalam riasan pengantin perempuan akan menggunakan paes. Paes adalah riasan dahi seperti putri raja.

Baca juga: Lakukan 4 Pertimbangan Ini Saat Memilih Baju Adat Jawa untuk Pernikahan Anda

Modifikasi baju adat Jawa ini juga dapat dilihat dari cara menggunakannya. Ada juga kebaya panjang yang menggunakan lance. Selain busana Solo putri, pakaian pernikahan busana pernikahan adat Solo ini juga ada Solo basahan. Solo basahan merupakan baju kemben yang digunakan untuk menutupi bagian dada untuk perempuan, kain dodot, selendang cinde dan lain-lain untuk mempelai perempuan. Sementara mempelai laki-laki tidak menggunakan kemben. Ada juga busana Solo Basahan Keprabon yakni mempelai menggunakan pakaian basahan yang dilengkapi dengan beskap atau boldero.

Sedangkan tata rias pengantin Jogja terinspirasi dari pakaian pengantin Keraton Jogja. Riasan yang membedakan dengan rias adat Solo yakni riasan paes Jogja yang disebut paes ageng. Sama halnya riasan Solo namun ditambah dengan detail emas di dahi sehingga secara mudah dapat dibedakan. Pakaian yang digunakan adalah kebaya bludru dengan hiasan benang berwarna emas yang menyatu dengan dodot kapuh, cinde serta perhiasan. Untuk Jogja putri biasanya menggunakan kebaya bludru berhias bordir dengan benang berwarna emas yang dipadu dengan kain batik prada. Namun seiring berkembangnya jaman, riasan yang disebut Ksatrian modifikasi ini dipadukan dengan baju kebaya brokat maupun bahan lain. Namun Anda akan dengan mudah membedakan antara riasan Jogja putri dan Paes Ageng yakni riasan paes Jogja putri tidak menggunakan detail emas pada garis paes sehingga sangat mudah dibedakan.

Dengan berkembangnya mode baju adat Jawa, tentunya pakaian adat kini tidak lagi menjadi hal yang sulit untuk dipersiapkan untuk pernikahan Anda, banyak sekali pilihan modifikasi pakaian yang dapat Anda gunakan dalam pernikahan Adat. Akan tetapi yang menjadi PR adalah riasan mempelai putri sebaiknya tidak dilakukan modifikasi karena hal tersebut biasanya sudah menjadi pakem setiap daerah. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sketsamode.com © 2018 Frontier Theme