Categories
Tips

Tips Mencoba Gaya Fashion Eropa, Style yang Nyaman dan Elegan

Tak hanya fashion dari Amerika saja yang dikenal di seluruh penjuru dunia, faktanya fashion Eropa juga tak kalah mendunia, bahkan banyak diantaranya yang masuk ke dalam negeri dan menjadi inspirasi masyarakat dalam berpenampilan. Maka akan terlihat lebih menawan meskipun sederhana. Berbeda dengan fashion Amerika yang lebih menunjukkan kesan seksi. Sehingga khusus untuk budaya di dalam negeri sendiri memang kurang cocok.

Gaya-gaya fashion dari Eropa ini memiliki ciri khas yaitu tampilan yang sederhana. Banyak wanita yang senang mencoba berpenampilan ala Eropa baik itu untuk fashion sehari-hari atau bahkan ketika tengah bekerja, karena memang tidak berlebihan. Namun sebagian besar mungkin agak kesulitan jika ingin mencontek fashion ala negara-negara yang ada di Eropa, mengingat tampilan mereka yang elegan dan juga berkelas terkadang membutuhkan pengeluaran yang cukup tinggi. Padahal sebenarnya tidak juga.

Berikut ini ada sedikit panduan fashion Eropa bagi Anda yang ingin mencobanya, diantaranya adalah:

  1. Memilih pakaian dengan potongan yang rapi, yaitu potongan yang sesuai dengan bentuk tubuh Anda. Namun tidak terlalu ketat sehingga terkesan seksi. Kebanyakan diantara wanita Eropa memang memberlakukan hal ini menjadi yang paling utama, sehingga tampilan mereka terlihat lebih pas dilihat, nampak begitu modis.
  2. Hindari penggunaan pola-pola mencolok, pakaian dengan tampilan yang mencolok bukan gaya Eropa, melainkan lebih kepada negara-negara seperti Jepang. Eropa adalah negara dengan perkembangan fashion tergolong stuck, mereka lebih senang dengan gaya-gaya busana yang polos, karena akan memberikan kesan yang lebih elegan.
  3. Ketahui warna-warna Eropa, warna yang banyak diaplikasikan dalam busana masyarakat Eropa adalah warna kalem, diantaranya seperti beige, kemudian juga hitam. Namun juga tak jarang diantaranya yang menggunakan warna terang, hanya saja harus diketahui bahwa pilihan terangnya sendiri adalah yang netral, artinya memang bisa dikombinasikan dengan warna lainnya, tidak bertabrakan, seperti hijau zamrud, biru tua dan juga putih.
  4. Pemilihan warna sesuai dengan musimnya, ciri khas lainnya adalah penggunaan warna busana selalu disesuaikan dengan musim, sehingga mereka tetap terlihat lebih fresh setiap saat. Diantaranya ketika musim dingin maka mereka cenderung menggunakan warna netral, musim semi tampil dengan pastel, musim panas menggunakan warna-warna yang berani, sedangkan di musim gugur akan memakai warna yang hangat.
  5. Mereka senang dengan tampilan busana yang rapi, sehingga model pakaian seperti halnya jeans sobek tentunya bukan gaya Eropa.
  6. Kebanyakan juga senang menggunakan aksesoris penunjang, seperti halnya sepatu dan tas yang selalu di matchingkan. Orang Eropa juga lebih senang mengenakan sepatu flat, karena membuat mereka merasa lebih nyaman.

Itulah sedikit panduan fashion Eropa yang bisa Anda contek, konsepnya adalah nyaman dan elegan.

 

Categories
Fashion

Ingin Tampil dengan Gaya Fashion Eropa dan Feminim? Ini Dia Berbagai Macam Tipsnya!

Fashion Eropa memang begitu diminati. Gaya mereka yang trendy dan tidak ketinggalan jaman lah yang menjadi alasannya. Salah satu gaya yang bisa Anda ambil adalah gaya tomboy. Gaya ini memang simpel dibandingkan dengan gaya yang terkesan feminim. Namun untuk tampil tomboy, sebenarnya Anda tidak perlu membuang sisi feminim yang Anda miliki. Anda dapat mengkombinasikan dua gaya tersebut, Anda akan menjadi tetap nyaman dan melihat aura kecantikan. Ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti. Pertama, celana kulot. Jangan salah, celana kulot yang terlihat jadul ini sekarang malah digemari oleh pecinta fashion. Jika Anda ingin tampil lebih kasual, crop top cantik dapat Anda jadikan sebagai pasangan pas celana ini. 

Baca juga: Gaya Fashion Eropa yang Bisa Dijadikan Inspirasi Wanita Kantor

Kedua, overall denim. Ingin terlihat selalu muda atau tampil selalu muda? Aksesoris yang memiliki tema denim memang tidak akan pernah habis. Item fashion yang begitu digilai oleh semua orang ini memang sekarang masih digilai. Denim dapat memberikan efek muda, selain itu denim juga mudah dipadukan dengan berbagai macam aksesoris fashion lain. Salah satu pakaian denim yang sekarang ini menjadi trend ialah overall denim. Setelan celana dan baju menyatu ini cocok untuk Anda kenakan sebagai pelengkap gaya boyish. Cara untuk memadukannya juga simpel. Anda hanya perlu mengkombinasikan kaos polos serta sneakers. Anda pun akan terlihat menjadi sangat sempurna. 

Gaya fashion Eropa yang ketiga ialah kemeja floral. Kemeja tidak selalu identik dengan wanita tomboy. Anda yang memiliki gaya feminim juga dapat menyatukan gaya tomboy dengan gaya yang feminim ketika menggunakan kemeja. Namun pilih kemeja yang memiliki motif lembut seperti floral. Saat pergi bekerja, Anda dapat memadukan kemeja floral serta celana jeans atau pun celana bahan. Agar semakin menarik, kenakan heels sebagai alas. Untuk ke tempat santai, Anda dapat memadukan dress polos serta kemeja floral. 

Keempat, warna pastel kenapa tidak? tampilan tomboy bukan berarti harus mengenakan baju serta aksesoris yang memiliki warna gelap. Sebenarnya Anda bisa terlihat tomboy dengan mengenakan pakaian yang memiliki warna terang seperti warna pastel. Kombinasikan blus polos dengan blazer berwarna pastel, jangan lupa celana jeans serta wedges sneakers. Jika Anda menyukai gaya retro, tambah bowler hat. 

Gaya fashion Eropa yang terakhir adalah sweater oversize. sweater oversize ini bisa dijadikan sebagai luaran dress. Jika memiliki sweater yang kebesaran, atau memiliki pacar yang mempunyai sweater besar, jangan langsung membuangnya atau menyingkirkan sweater oversize di gudang karena Anda bisa memaksimalkan tampilan dengan menggunakan sweater oversize. Padukan sweater oversize dengan kemeja polos serta celana pendek. sweater oversize cocok jika Anda ingin terlihat tomboy tanpa kehilangan kesan feminim.

 

Categories
Fashion

Gaya Fashion Eropa yang Bisa Dijadikan Inspirasi Wanita Kantor

Benua Eropa merupakan salah satu kiblat fashion dunia. Beberapa kota di negara Eropa bahkan menjadi kota mode, seperti Milan dan Paris, yang membuat perhatian publik dunia akan mode dan trend fashion mengarah ke benua tersebut. Tidak heran jika gaya berpakaian ala orang-orang Eropa sering diadopsi oleh masyarakat dari belahan bumi lainnya. Berikut ini akan dibahas mengenai gaya fashion Eropa yang bisa dijadikan inspirasi fashion oleh wanita kantor atau wanita karier.

Baca juga: Beberapa Alasan Mengapa Fashion Eropa Bisa Mendunia

Gaya Casual Wanita Eropa Modern

Para wanita kantoran Eropa lebih banyak yang mengenakan pakaian bergaya casual untuk ke kantor, yaitu dengan mengandalkan jenis pakaian yang terbilang klasik, mulai dari jaket hingga sweater, yang dipadukan dengan celana skinny jenas atapun rok sedikit di atas lutut. Sementara untuk aksesoris, mereka mengandalkan legging ketat. Perpaduan tersebut mungkin sudah banyak diadopsi oleh wanita kantoran di berbagai belahan dunia lain. Namun di era modern, selain memadukan item fashion yang terbilang klasik, para wanita kantoran Eropa tetap memadukan item fashion klasik tersebut dengan berbagai aksesoris yang akan dapat membuat penampilan menjadi lebih elegan, mulai dari tas branded, syal dengan warna yang lebih gelap dengan kemeja atau kaos di dalam sweater, atau tidak jarang pula mengenakan topi. Untuk bawahan, mengenakan sepatu wedges atau kitten heels dapat dijadikan sebagai pilihan.

Gaya Maskulin

Selain menampilkan sisi feminim dengan mengenakan pakaian casual, banyak pula wanita kantoran Eropa yang menerapkan gaya fashion Eropa dengan memakai pakaian bergaya maskulin. Item fashion yang diandalkan oleh para wanita untuk menonjolkan sisi maskulinnya misalnya adalah dengan mengenakan kemeja lengan panjang press body, yang bagian kancing depannya semuanya ditutup hingga leher. Sementara untuk bawahan, mengenakan celana panjang merupakan pilihan yang paling banyak dipilih. Untuk rambut, selain memendekkan rambut di atas leher dan disisir rapi klimis ke belakang, menggelung rambut juga dapat dijadikan sebagai alternatif. Untuk alas kaki, mengenakan sepatu berbahan kulit seperti sepatu boots, atau sepatu oxford bertali di atas mata kaki akan semakin membuat penampilan terkesan maskulin.

Gaya Glamour

Gaya fashion Eropa selanjutnya yang dapat diaplikasikan oleh para wanita kantoran adalah gaya glamour. Berbeda dengan dua gaya berpakaian di atas yang dapat mengandalkan berbagai item fashion sederhana, gaya berpakaian glamour memang identik dengan item fashion berharga mahal. Namun sebenarnya, gaya glamour tidak melulu soal budjet dan pakaian atau aksesoris bergaya mahal, melainkan cara memadukan berbagai item fashion menjadi lebih elegan. Gaya glamour yang dapat diadopsi wanita kantoran adalah mengenakan dress yang dipadukan dengan blazer. Sementara untuk alas kaki dapat mengandalkan high heels atau stiletto. Jangan lupa untuk mengandalkan aksesoris seperti tas, jam tangan, atau perhiasan yang tepat untuk membuat penampilan terkesan lebih glamour.

 

Categories
Fashion

Cara Berpakaian a la Fashion Eropa

Cara berpakaian orang-orang di dunia tentunya berbeda-beda, gaya fashion orang Asia berbeda dengan orang Amerika, berbeda pula dengan orang Afrika atau Eropa, dan berikut ini adalah cara berpakaian a la fashion Eropa yang bisa dijadikan referensi:

  1. Cutting Simpel dan Pas

Orang-orang Eropa lebih suka mengenakan pakaian yang memiliki potongan pas yang mengikuti lekuk tubuh. Pakaian tidak terlalu ketat sehingga memberikan kesan murahan, akan tetapi ukurannya juga tidak terlalu besar. Baju–baju ala fashion Eropa memang memiliki potongan yang simpel dan pas sehingga tetap bisa terlihat elegan.

  1. Warna Natural

Di wilayah eropa, orang-orang menyukai warna yang natural, misal di Swedia dan Prancis, warna favorit penduduknya adalah hitam, navy, serta beige. Masyarakat Eropa tidak terlalu menyukai baju yang tabrak warna atau motif yang terlalu ramai dari atas hingga bawah.

  1. Skinny Jeans

Masyarakat Eropa, khususnya perempuan lebih suka mengenakan skinny jeans karena selain lebih nyaman, juga bisa menunjukkan bentuk kaki yang langsing serta jenjang. Ketika bosan atau sedang tak ingin mengenakan jeans, biasanya para gadis Eropa akan mengenakan rok atau stoking musim dingin, namun ada pula yang memilih mengenakan celana panjang berbahan katun dengan desain sedikit formal serta potongan yang slim.

  1. Tetap Modis Saat di Rumah

Masyarakat Eropa selalu berpenampilan modis meskipun itu sedang ada di rumah, mereka tidak pernah menggunakan pakaian ala kadarnya di rumah, masyarakat Eropa selalu terlihat trendy dan fresh serta siap pergi kemana saja tanpa harus berganti baju terlebih dulu.

  1. Selalu Memakai Pakaian Terbaik

Masyarakat Eropa ketika membeli pakaian akan membeli yang cocok digunakan untuk acara apapun. Orang-orang Eropa tidak pernah menumpuk pakaian bagus di lemari, akan tetapi mereka akan mencari momen lain untuk bisa menggunakan pakaian yang mereka beli. Misalnya mereka mengenakan dress tidak hanya untuk ke pesta saja, tapi mereka bisa menggunakan dress untuk sekadar nongkrong di kafe.

  1. Kualitas vs Kuantitas

Masyarakat Eropa tidak pernah menumpuk banyak pakaian di lemari atau membeli banyak baju hanya karena sedang diskon. Mereka selalu membeli pakaian berdasarkan pada kualitas terbaik. Apabila baju sudah kebanyakan di lemari, maka sebelum membeli baju yang baru, mereka akan menyumbangkan baju lama terlebih dahulu. Bagi masyarakat eropa tidak masalah menggunakan pakaian atau sepatu yang sama terus-menerus karena bagi mereka yang terpenting adalah mengenakan barang dengan kualitas terbaik.

  1. Minim Namun Elegan

Masyarakat Eropa memang kerap menggunakan pakaian minim, namun mereka menggunakannya secara eegan tidak di sembarang tempat hanya untuk menarik perhatian dari lawan jenis. Mereka biasanya menggunakan pakaian mini hanya di klub atau kafe ketika malam. Bagi gadis Eropa, daripada memamerkan tubuh di jalan, mereka lebih baik memamerkan tubuh di pantai menggunakan bikini sehingga tidak terkesan murahan.

Itulah beberapa cara berpakaian ala fashion Eropa yang bisa dijadikan inspirasi, jangan hanya berkiblat pada fashon Asia atau Amerika saja, karena fashion di kawasan Eropa juga sangat layak untuk diikuti.

 

Categories
Fashion

Beberapa Alasan Mengapa Fashion Eropa Bisa Mendunia

Daratan Eropa menjadi pusat kiblat fashion dunia. Banyak sekali pengaruh dari Eropa di bidang fashion yang membawa perubahan bagi perkembangan fashion dunia. Berbagai terobosan di bidang fashion banyak muncul dari negara-negara Eropa. Meskipun Eropa tidak memiliki Hollywood seperti halnya Amerika, namun fashion dari daratan Eropa seakan memiliki caranya tersendiri untuk dapat diterima oleh dunia. Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa gaya berbusana orang Eropa banyak diadopsi oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia lainnya. Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa faktor dan alasan mengapa fashion Eropa bisa mendunia dan dijadikan sebagai salah satu kiblat fashion dunia.

Baca juga: Gaya Fashion Eropa untuk Wanita

Eropa Memiliki Banyak Kota Mode

Eropa memiliki beberapa kota yang menjadi kiblat fashion dunia. Kota Milan di Italia dan Kota Paris di Perancis hanyalah beberapa negara Eropa yang dijadikan sebagai kiblat fashion. Predikat kota mode tentu tidak diberikan secara sembarangan. Sebuah kota mode umumnya merupakan kota yang sangat mendukung perkembangan fashion, entah itu dari fasilitas yang menunjang, banyaknya festival busana atau pagelaran yang diselenggarakan secara kontinyu di kota tersebut, dan keberadaan berbagai media yang mendongkrak popularitas model yang tinggal di kota itu. Bagaimanapun, perkembangan fashion tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan banyak faktor.

Fashion Eropa Sudah Memiliki Sejarah yang Panjang

Dibandingkan dengan darata benua lainnya, di Eropa, dunia fashion sudah memiliki sejarah yang panjang. Gaya berbusana Eropa, misalnya gaun yang dikenakan oleh Ratu Inggris, sudah memiliki sejarah yang cukup panjang, terutama terkait dengan terobosan di bidang desain dan pemilihan bahan. Tidak heran jika saat ini Eropa menjadi kiblat fashion dunia, sebab fashion di Eropa sudah memiliki sejarah yang cukup panjang.

Eropa Memiliki Empat Musim

Ada faktor eksternal yang juga mempengaruhi penyebaran gaya busana Eropa sehingga mudah diterima oleh negara-negara lain di dunia. Salah satu faktor yang cukup besar adalah karena Eropa memiliki empat musim. Dengan memiliki empat musim, otomatis akan semakin banyak item fashion dan berbagai model pakaian yang diciptakan, berdasarkan musim-musim di negara tersebut. Misalnya, pakaian musim panas di Eropa dapat diadopsi menjadi pakaian musim panas di negara lainnya yang cenderung beriklim tropis. Sementara untuk negara yang beriklim sejuk, dapat mengadopsi pakaian musim dingin khas Eropa. Ada banyak pilihan dari desain pakaian Eropa yang cocok diterapkan di belahan bumi lainnya.

Selain faktor-faktor dan alasan yang telah disebutkan di atas, hal yang mendukung kemajuan fashion Eropa adalah banyaknya pagelaran mode atau peragaan busana yang digelar di berbagai kota di Eropa juga menjadi daya tarik tersendiri bagi desainer dan penggemar fashion dari belahan dunia lainnya. Di Eropa, hampir setiap waktu ada pagelaran busana dengan skala internasional. Hal ini tentu akan sulit ditemukan di benua-benua lainnya.

 

Categories
Fashion

Gaya Fashion Eropa untuk Wanita

Eropa sering dijadikan sebagai kiblat fashion selain tentu Amerika Serikat dengan Hollywoodnya. Kota-kota di Eropa seperti Milan dan Paris dikenal sebagai kiblat mode, sehingga merupakan suatu hal yang lumrah jika gara berpakaian orang Eropa sering ditiru oleh orang-orang dari belahan dunia lainnya, termasuk juga oleh orang Indonesia. Bagi wanita Indonesia, gaya berpakaian ala Eropa mungkin terlihat elegan, modern, dan berkelas. Selain itu, sisi feminimnya tetap ditonjolkan, sehingga dapat memberikan kesan anggun. Tidak heran jika banyak wanita Indonesia, termasuk juga selebritis tanah air, yang berkiblat ke Eropa dalam hal fashion. Berikut ini akan diulas mengenai gaya fashion Eropa untuk wanita.

Baca juga: Busana yang Tak Pernah Mati di Dunia Mode

Baju Oversize

Mengenakan baju oversize atau yang ukurannya lebih besar dari postur tubuh penggunanya akhir-akhir ini menjadi trend di kalangan selebritis Eropa. Yang paling sering, selebritis Eropa memadukan antara pakaian dalam yang kebesaran, seperti kaos putih polos, dengan jas tebal yang juga kebesaran, dan kemudian dipadukan dengan syal. Untuk bawahan, pakaian oversize tersebut dipadukan dengan celana jeans belel dengan ukuran yang pas. Pakain tersebut juga cocok dipadukan dengan sepatu boots atau sepatu kulit tinggi.

High Water Pants

Saat ini, muncul trend untuk mengenakan celana yang berukuran tiga perempat, dengan cara melipat bagian bawah celana yang panjangnya normal. Celana panjang yang menjuntai hingga mata kaki belakangan ini sudah mulai ditinggalkan oleh selebritis Eropa, dan cenderung melipat celana hingga satu depa di atas mata kaki. Celana jenis ini cocok dipadukan dengan kemeja lengan pendek dan kacamata hitam, dan menjadi trend fashion Eropa untuk musim panas beberapa tahun belakangan. Tidak jarang pula, celana high water pants ini dipadukan dengan topi koboy.

Perpaduan Rok dengan Legging

Memakai rok pendek mungkin sudah pemandangan yang jamak bagi wanita di berbagai belahan dunia. Namun, wanita Eropa memberikan sentuhan unik dengan memadukan rok pendek yang umumnya berwarna gelap dengan legging ketat yang memiliki motif tertentu, misalnya motif bunga atau hiasan gothic, sehingga memberikan kesan elegan. Tidak hanya itu, mereka juga memadukan rok plus legging ketat tersebut dengan atasan sweater panjang dengan tambahan syal.

Strong Shoulder

Memakai pakaian dengan bagian bahu bervolume tebal atau yang difasilitasi dengan bantalan mungkin sudah dianggap kuno oleh sebagian besar wanita Indonesia, sebab trend tersebut muncul pada era 1980-an. Namun, dunia fashion Eropa selalu memiliki caranya tersendiri untuk memunculkan kembali trend lama menjadi trend fashion yang unik dan segar dengan sentuhan modern. Saat ini, pakaian wanita strong shoulder atau pakaian wanita yang difasilitasi dengan bantalan bahu sedang diangkat kembali oleh berbagai rumah mode di Eropa, dan sedang menjadi trend fashion wanita pada musim semi 2017 ini.