Categories
Fashion

Tips Penting dalam Pemilihan Baju Adat Jawa untuk Pernikahan

Salah satu cara untuk melestarikan warisan budaya berupa pakaian adat adalah mengenakan nya pada acara-acara tertentu. Pemakaian baju adat di Indonesia kebanyakan dipakai dalam upacara adat pernikahan. Masing-masing suku di Indonesia memiliki ciri khas baju adat tersendiri. Salah satu baju adat yang banyak ditemukan dalam upacara pernikahan adalah baju adat Jawa. Banyaknya suku Jawa yang menyebar di berbagai tempat di Indonesia menjadikan baju adatnya pun dikenal luas melalui upacara pernikahan.

Tips Penting dalam Pemilihan Baju Adat Jawa untuk Pernikahan

Pemilihan baju adat Jawa untuk pernikahan bukanlah hal yang terlalu sulit. Meski demikian tetap harus diperhatikan dengan baik. Pernikahan merupakan suatu hal yang bersifat sakral sehingga dalam pemilihan busananya harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Selain semakin menunjang penampilan, pemilihan baju adat yang tepat juga nyaman ketika dipakai. Berikut adalah tips memilih pakaian adat Jawa untuk upacara pernikahan:

  1. Pilih baju yang sesuai dengan model yang diinginkan. Dalam pemilihan model harus disepakati oleh kedua belah pihak calon mempelai. Baju adat memang memiliki ciri khas tertentu sehingga model yang dipilih bisa model klasik atau modern. Dalam hal ini bisa menyesuaikan dengan konsep pernikahan yang telah direncanakan. Apabila ingin menghemat biaya satu hal yang bisa dipilih adalah menyewanya, tetapi bila ingin model yang benar-benar sesuai dengan keinginan dan lebih berkesan lebih baik membuat baju adat. Pembuatan baju adat untuk pernikahan dapat dilakukan jauh hari dengan jasa desainer.
  2. Pilih warna dan ukuran yang tepat. Dalam pemilihan baju adat untuk pernikahan, pemilihan warna dan ukuran yang tepat adalah hal yang sangat penting. Jangan sampai salah dalam pemilihan warnanya karena dapat mempengaruhi penampilan. Selain itu ukuran yang tepat juga harus diperhatikan terutama bila baju adat yang akan dipakai menyewa di salon atau tempat lainnya. Dengan pemilihan ukuran yang tepat selain nyaman dikenakan juga akan menambah kesan maksimal. Apalagi pernikahan merupakan momen sekali seumur hidup yang tidak akan terulang kembali sehingga harus benar-benar dipersiapkan dengan baik.
  3. Sesuaikan hiasan dengan model baju adat. Hiasan yang dimaksud adalah hiasan kepala yang memiliki gaya bermacam-macam. Jadi tidak semua hiasan kepala akan cocok dengan model baju adat yang dipilih. Pemilihan hiasan kepala yang tepat juga akan menunjang penampilan pengantin semakin memukau.

Baca Juga : Model Baju Adat Jawa yang Tidak Mati Tergerus Jaman Hingga Sekarang  

Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut maka baju adat Jawa yang dipilih untuk upacara pernikahan benar-benar tepat. Pemilihan baju adat yang tepat akan membuat penampilan lebih percaya diri dan berkesan. Dengan demikian upacara pernikahan yang berlangsung semakin baik dan memberikan kepuasan pada semua pihak. Pemilihan baju adat yang tepat bukan saja membuat pihak mempelai semakin bahagia, tetapi juga para tamu undangannya pun semakin terkesan.

Categories
Fashion

Model Baju Adat Jawa yang Tidak Mati Tergerus Jaman Hingga Sekarang  

Membicarakan masalah fashion itu sangat kompleks sekali, bukan hanya dari perkembangan pakaian saat ini tetapi juga menyangkut baju tradisional yang masih eksis. Jangan salah, Indonesia bukan saja kaya akan sumber alamnya tetapi juga kebudayaan yang ada didalamnya. Hal itu terlihat dari banyaknya suku dan budaya yang ada pada negara ini. Misalnya saja mengenai baju adat jawa yang sampai saat ini masih banyak yang eksis bahkan dapat dikatakan semakin populer seiring perkembangan fashion dalam negeri maupun luar negeri.

Model Baju Adat Jawa yang Tidak Mati Tergerus Jaman Hingga Sekarang   

Jawa adalah satu wilayah yang ada pada negara Indonesia, menyimpan suku serta mempunyai ciri khas yang berbeda dengan wilayah lainnya. Jika berbicara mengenai baju adat yang dimilikinya pasti akan banyak sekali. Nah, berikut ini ada beberapa diantaranya yang semakin eksis tidak tergerus perkembangan fashion yaitu:

Kebaya.

Yang pertama datang dari pakaian yang paling umum digunakan oleh para perempuan pada jaman dahulu yaitu kebaya. Dahulu pakaian tersebut belum mempunyai model yang terlalu banyak, walaupun begitu tetap bisa dikatakan paling modis di jamannya. Seiring perkembangan fashion ternyata hal itu semakin banyak inovasi, bahkan para designer ternama mengkombinasikan dengan berbagai bahan untuk membuat kebaya yang sangat cantik dan menarik sesuai jamannya.

Baca Juga : Kenali Baju Adat Jawa Tengah Sesuai dengan Upacara Adatnya

Basahan.

Baju adat pernikahan masyarakat jawa ini masih eksis sampai sekarang, hal itu terlihat dari banyaknya pengantin yang menggunakan adat basahan dalam acaranya. Tren tersebut dari jaman dahulu sampai sekarang ini ternyata tidak berubah. Walaupun tetap ada inovasi atau tambahan dari penggunaan baju adat jawa tersebut, namun tidak merubah keasliannya.

Batik.

Sebagai orang Indonesia asli pastinya Anda juga mempunyai baju batik setidaknya satu model dalam lemari. Batik sendiri pada jaman dahulu hanya digunakan sebagai kain yang melilit tubuh masyarakat dalam pakaian ataupun bawahan. Namun saat ini batik semakin eksis bahkan banyak sekali model baru yang muncul dari inovasi dan perkembangan fashion, itu terjadi bukan hanya di Indonesia tetapi juga luar negeri.

Beskap.

Untuk pria pada acara-acara adat pasti masih menggunakan beskap sebagai busana wajib, walaupun pada dasarnya bisa diganti dengan jas tetapi masih banyak masyarakat yang memilih menggunakan pakaian adat tersebut. Saat ini memang ada perkembangan dari model, motif atau bahan yang digunakan dalam beskap.

 

4 jenis busana diatas bisa menjadi wakil dari banyaknya pakaian adat dari wilayah Jawa yang masih eksis sampai saat ini. Sebagai salah satu warga negara Indonesia seharusnya Anda bangga dan ikut serta menjaga kebudayaan sampai saat ini, walaupun hanya dengan menggunakan baju adat jawa saat beberapa acara. Bagi Anda yang masih kebingungan dalam berbusana ketika pernikahan, kondangan ataupun lainnya bisa menjadikan beberapa referensi diatas sebagai tren pakaian dahulu yang eksis sampai saat ini.

Categories
Fashion

Mengenal Baju Adat Jawa Beserta Penjelasannya

Indonesia memang memiliki keragaman budaya yang amat beragam. Tak heran jika setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda sehingga menjadikan Indonesia amat kaya dengan keragaman salah satunya adalah dalam hal pakaian adat. Salah satu budaya yang identik dengan Indonesia adalah budaya Jawa. Ya, bisa dibilang jika sebagian besar daerah di Indonesia adalah suku Jawa. Meski memang Jawa memiliki ragam pakaian adat, namun yang paling identik adalah baju adat Jawa Tengah dari daerah Surakarta.

Perlu diketahui jika pakaian adat Jawa Tengah, khususnya Surakarta, terdiri dari dua jenis yakni pakaian khusus bagi para kerabat keraton atau bangsawan dan juga pakaian untuk rakyat biasa. Sedangkan untuk pakaian tersebut juga dibedakan dari jenis kelaminnya antara pria dan wanita. Berikut ini penjelasan untuk pakaian adat Jawa:

Baca juga: Lakukan 4 Pertimbangan Ini Saat Memilih Baju Adat Jawa untuk Pernikahan Anda

  • Baju adat pria (Jawi Jangkep)

Berdasar keperluan, baju adat untuk Jawi Jangkep ini pun dibedakan dengan dua jenis yakni pakaian harian dan juga pakaian yang bukan harian. Pakaian harian yang biasa disebut degan padintenan warnanya bukanlah hitam, dan jika pakaian untuk bukan harian atau disebut sanes padintenan selalu berwarna hitam dan pakaian khusus ini dipakai untuk keperluan upacara adar. Baju adat Jawa Tengah khusus pria ini terdiri dari beberapa kelengkapan mulai dari destar atau ikat belangkon, kuluk, rasukan krowok atau lubang di belakang untuk menempatkan keris, stagen atau sabuk, epek, timang, lerep seperti ikat pinggang, kain nyamping, keris atau wangkingan dan juga selop yang biasa disebut selop. Untuk baju adat keseharian bagi rakyat biasa dan bukan golongan bangsawan kaum pria hanya memakai celana kolor warna hitam dengan baju lengan panjang dan ikat pinggang besar serta kain sarung dan ikat kepala.

  • Baju adat wanita

Untuk baju adat para wanita di daerah Keraton Surakarta adalah pakaian tradisional yang sangat mencerminkan putri dari keraton. Istilah putri keraton ini memberikan isyarat dimana seorang wanita tersebut memiliki makna keibuan, kelembutan, keanggunan, kesopanan dan lain sebagainya. Untuk kelengkapan pakaian dari putri keraton di Surakarta ini adalah mulai dari sanggul atau ungkel, semekan, kebaya, stagen, januran, slepe dan juga timang dan ditambah dengan kain panjang nyamping. Kelengkapan itu nantinya dalam pemakaian disesuaikan dengan pangkat, umur hingga keperluan. Sedangkan untuk kaum wanita yang bukan bangsawan, mereka hanya menggunakan tapih pinjung, stagen, kemben serta rambutnya harus digelung atau disanggul. Ternyata banyak

Ternyata baju adat Jawa Tengah tak sekedar baju untuk pernikahan saja bukan? untuk baju pernikahan di adat Jawa sendiri lebih spesial karena bajunya lebih mewah dengan banyak hiasan dan juga aksesoris mengingat pernikahan adalah upacara sakral dan juga spesial.

 

Categories
Fashion

Ulasan Seputar Baju Adat Jawa yang Harus Anda Ketahui

Jika Anda akan melangsungkan pernikahan dengan adat Jawa tetapi Anda belum mengetahui perbedaan antara baju adat Jawa Solo dan adat Jogja. Maka Anda harus menyimak ulasan ini hingga akhir. Menariknya, busana yang dianggap sebagian orang awam ini sama ternyata memiliki perbedaan yang perlu diperhatikan. Terlebih Anda bukan berasal dari Jawa namun calon pasangan Anda berasal dari Jawa.

Tata rias pengantin Solo terinspirasi dari bangsawan dan raja Keraton Kesunanan Surakarta maupun Istana Mangkunegara. Para pria umumnya menggunakan beskap langenhargan dengan dipadukan batik wiron bermotif Sidoasih prada serta menggunakan blangkon. Bagi mempelai perempuan akan menggunakan kebaya panjang dengan berbahan bludru dengan hiasan bordir bunga emas dengan motif bunga manggar. Kebaya tersebut dipadukan dengan kain yang bermotif Sidoasih prada. Untuk mempelai perempuan memang sepertinya sedikit rumit, tetapi akan menghasilkan identitas tradisional yang mengandung dengan banyak makna. Dalam riasan pengantin perempuan akan menggunakan paes. Paes adalah riasan dahi seperti putri raja.

Baca juga: Lakukan 4 Pertimbangan Ini Saat Memilih Baju Adat Jawa untuk Pernikahan Anda

Modifikasi baju adat Jawa ini juga dapat dilihat dari cara menggunakannya. Ada juga kebaya panjang yang menggunakan lance. Selain busana Solo putri, pakaian pernikahan busana pernikahan adat Solo ini juga ada Solo basahan. Solo basahan merupakan baju kemben yang digunakan untuk menutupi bagian dada untuk perempuan, kain dodot, selendang cinde dan lain-lain untuk mempelai perempuan. Sementara mempelai laki-laki tidak menggunakan kemben. Ada juga busana Solo Basahan Keprabon yakni mempelai menggunakan pakaian basahan yang dilengkapi dengan beskap atau boldero.

Sedangkan tata rias pengantin Jogja terinspirasi dari pakaian pengantin Keraton Jogja. Riasan yang membedakan dengan rias adat Solo yakni riasan paes Jogja yang disebut paes ageng. Sama halnya riasan Solo namun ditambah dengan detail emas di dahi sehingga secara mudah dapat dibedakan. Pakaian yang digunakan adalah kebaya bludru dengan hiasan benang berwarna emas yang menyatu dengan dodot kapuh, cinde serta perhiasan. Untuk Jogja putri biasanya menggunakan kebaya bludru berhias bordir dengan benang berwarna emas yang dipadu dengan kain batik prada. Namun seiring berkembangnya jaman, riasan yang disebut Ksatrian modifikasi ini dipadukan dengan baju kebaya brokat maupun bahan lain. Namun Anda akan dengan mudah membedakan antara riasan Jogja putri dan Paes Ageng yakni riasan paes Jogja putri tidak menggunakan detail emas pada garis paes sehingga sangat mudah dibedakan.

Dengan berkembangnya mode baju adat Jawa, tentunya pakaian adat kini tidak lagi menjadi hal yang sulit untuk dipersiapkan untuk pernikahan Anda, banyak sekali pilihan modifikasi pakaian yang dapat Anda gunakan dalam pernikahan Adat. Akan tetapi yang menjadi PR adalah riasan mempelai putri sebaiknya tidak dilakukan modifikasi karena hal tersebut biasanya sudah menjadi pakem setiap daerah. Semoga bermanfaat!

Categories
Fashion

Lakukan 4 Pertimbangan Ini Saat Memilih Baju Adat Jawa untuk Pernikahan Anda

Menggunakan baju adat Jawa ketika melangsungkan pernikahan sepertinya memang menjadi kebutuhan semua orang. Sebab usai proses ijab qabul atau mungkin pemberkatan bagi nasrani maka akan berlanjut ke acara resepsi. Resepsi inilah pasangan beserta keluarga besar bisa menentukan tema dekorasi dan busana mempelai beserta keluarganya. Ketika salah satu atau keduanya berasal dari Jawa maka akan memilih tema Jawa, entah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Masing-masing memiliki beberapa perbedaan, dari tata rias, sanggul, sampai detail busana tradisional yang dipakai.

Pertimbangan Memilih Busana Pengantin Khas Jawa

Baju adat ini baiknya tidak dilupakan karena bisa membantu menciptakan suasana sakral di pesta pernikahan sekaligus tidak melupakan adat dan kebudayaan leluhur. Kini Anda bisa memilih baju pengantin jadi atau memesan ke penjahit, tatkala membeli jadi maka tentukan pilihan dengan pertimbangan berikut:

Baca juga: Menilik 3 Jenis Baju Adat Jawa yang Kini Makin Mendunia

  • Tentukan soal ukuran,

Ukuran baju adat khas Jawa untuk resepsi pernikahan tentu idealnya pas di badan, khususnya mempelai perempuan. Semakin pas di badan maka semakin terlihat anggun karena memang modelnya kebaya kalau terlalu longgar malah terkesan aneh. Akan tetapi jangan sampai kekecilan karena akan membuat badan tidak nyaman.

  • Bicarakan soal model dengan pasangan,

Saat ini pilihan baju adat Jawa untuk acara pernikahan ada banyak sebab beberapa sudah dimodifikasi supaya tampil lebih modern. Melihat pernikahan melibatkan tidak hanya satu orang melainkan dua orang lengkap dengan dua keluarga. Maka soal model bisa dibicarakan dulu sehingga kedua belah pihak merasa sudah saling cocok agar tidak berselisih. Terutama kedua mempelai, sehingga bisa tersenyum lebar di pelaminan karena sudah cocok dengan ukuran dan model pakaiannya.

  • Ada baiknya memilih warna yang cenderung cerah,

Karena pernikahan adalah moment bahagia yang diharapkan terjadi sekali seumur hidup maka dianjurkan memilih warna cerah. Khusus busana adat Jawa Tengah memang memiliki warna hitam akan tetapi dikombinasikan dengan hiasan berwarna emas, sehingga terlihat cerah dan anggun sekaligus. Warna gelap tentu akan membuat suasana pesta cenderung lebih melankolis dan sedih maka prioritaskan untuk memakai warna cerah, sehingga kebahagiaan ikut terpancar dari pakaian adat yang dikenakan kedua mempelai beserta keluarga besar.

  • Tentukan sanggul sesuai model busana,

Sanggul yang akan dipilih juga bisa dipesan sesuai dengan selera namun jangan sampai melenceng dari model baju adat yang dipakai. Sebab baju adat tentu akan lebih cocok dengan sanggul model tertentu supaya penampilan tidak aneh. Kalau bingung dan belum tahu maka konsultasikan dulu dengan perias, sehingga tidak ada kesalahan. Kalau mempelai perempuan berhijab maka penting pula memilih gaya hijab yang mendukung jenis dan model baju adat Jawa yang dikenakan sehingga cantik maksimal.

 

Categories
Fashion

Menilik 3 Jenis Baju Adat Jawa yang Kini Makin Mendunia

Kebaya merupakan salah satu trend fashion terkini yang terus dikembangkan oleh banyak pelaku bisnis fashion di Indonesia. Karena selain memiliki bentuk sederhana yang dapat melambangkan keanggunan dari masyarakat yang menggunakannya, kebaya dapat digunakan untuk berbagai acara resmi maupun semi resmi bagi para wanita Indonesia. Tidak hanya di Indonesia saja, baju adat Jawa ini juga terus berkembang dan banyak digemari untuk digunakan oleh masyarakat Internasional, dimana hal ini dapat kita lihat dari terus berkembangnya kebaya di dunia internasional dengan berbagai model dan rancangan yang disesuaikan dengan desain modern yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat Internasional.

Berdasarkan beberapa catatan sejarah yang ada, kebaya sendiri merupakan pakaian adat yang dulu banyak digunakan oleh masyarakat Jawa, khusus wanita di sekitar wilayah Jawa Tengah. Pakaian ini dahulunya merupakan pakaian keseharian yang tidak hanya digunakan oleh masyarakat kaum bangsawan saja, namun semua wanita di kawasan Jawa tengah juga menggunakan pakaian adat yang satu ini. Hingga pada akhir masa perjuangan, pakaian inipun masih terus digunakan oleh sebagian besar masyarakat pulau Jawa, namun entah mengapa sebabnya kini seiring dengan perkembangan jaman pakaian tradisional ini hanya digunakan untuk event-event tertentu saja.

Baca juga: 6 Jenis Baju Adat Jawa untuk Wanita dan Pria yang Masih Populer Hingga Saat Ini

Baju adat Jawa yang satu ini, kini keberadaannya terus berkembang kembali, seiring trend dalam dunia fashion yang terus diperbaharui, dan lebih mengambil tema-tema tradisional untuk diangkat. Berikut ini beberapa jenis kebaya yang makin populer dalam fashion di Indonesia, yang antara lain adalah:

  • Kebaya kutu baru, kebaya ini lebih sering digunakan untuk menghadiri berbagai acara resmi, dan biasa lebih banyak digunakan oleh para pejabat negara.
  • Kebaya modern, merupakan desain kebaya yang telah dipadupadankan dengan desain modern yang ada.
  • Kebaya muslim, baju kebaya yang memang secara khusus dibuat untuk para muslimah yang mengenakan hijab, dimana desain lengan panjang serta ukuran baju yang panjang lebih banyak ditampilkan pada jenis kebaya yang satu ini.

Tidak hanya mudah untuk didapatkan baju kebaya kini juga menjadi trend yang banyak diburu oleh masyarakat dunia internasional, karena dapat digunakan untuk berbagai peruntukkan, desain baju tradisional modern ini kini juga banyak diusung oleh para desainer Indonesia dalam pagelaran fashion Internasional, selain dengan tujuan untuk memperkenalkan, mengusung kebaya juga secara tidak langsung kita telah ikut melestarikan budaya yang ada.

Baju adat Jawa yang telah mendunia ini, kini pun tidak hanya ditampilkan dan digunakan untuk berbagai acara formal saja, bahkan acara santai dan semi formal pun, banyak para wanita di Indonesia yang menggunakan busana ada yang satu ini, sebagai pakaian wajib yang mereka gunakan. Mari gunakan dan lestarikan kebaya, agar terus berkembang dan lebih dikenal oleh masyarakat Internasional, sebagai warisan budaya Indonesia.

 

Categories
Fashion

6 Jenis Baju Adat Jawa untuk Wanita dan Pria yang Masih Populer Hingga Saat Ini

Setiap suku yang ada di Indonesia dikenal dengan budayanya yang khas, tak hanya dari segi bahasa saja, melainkan juga pakaian yang dikenakan, semuanya memiliki ciri khas yang masih melekat hingga saat ini. Faktanya meskipun dikenal sebagai ere globalisasi dimana banyak hal baru yang masuk kedalam negeri, namun faktanya masih banyak diantara masyarakat Indonesia yang melestarikan budaya mereka, salah satunya adalah warisan dari suku mereka. Sebut saja diantaranya adalah baju adat Jawa. Meskipun sudah jarang digunakan untuk hari-hari biasa, namun kenyataannya masih banyak dipakai untuk beberapa acara khusus, seperti diantaranya adalah acara adat, pesta hingga pernikahan.

Anda bahkan dapat menemukan berbagai tampilan unik untuk maju masyarakat Jawa ini. Misalnya adalah dari segi pemilihan corak hingga modelnya yang cukup bervariasi. Sebagian diantaranya bahkan masuk sebagai salah satu baju yang sangat detain dan sulit untuk dibuat, seperti yang terbuat dari jenis kain kebaya. Berikut ini ada beberapa jenis baju adat Jawa yang wajib untuk Anda ketahui, diantaranya adalah:

  1. Kebaya, jenis busana yang satu ini masih banyak digunakan oleh masyarakat, khususnya adalah kaum hawa di berbagai acar penting, seperti diantaranya ketika melangsungkan pernikahan, kemudian di acara kelulusan atau wisuda. Kebaya identik dengan jenis kain yang cukup rumit pembuatannya, bahkan di era modern seperti sekarang ini modelnya juga kian bervariasi.
  2. Beskap, khusus untuk busana adat tersebut hanya digunakan oleh para pria. Model pakaian tersebut banyak digunakan oleh mereka yang mengadakan acara Jaw Mataram, biasanya dalam bentuk persembahan-persembahan tertentu, istilahnya adalah kemeja untuk kaum-kaum bangsawan, salah satu ciri khasnya adalah warna putih.
  3. Surjan, khusus untuk Anda yang pernah mengunjungi Yogyakarta dan masuk ke beberapa Istana atau keraton pastinya akan melihat beberapa orang yang menggunakan pakaian berwarna coklat ini, umumnya mereka adalah abdi dalam istana tersebut.
  4. Jawi jangkep, pakaian yang satu ini digunakan oleh kaum pria yang ingin menikah, selain memakai pakaian dilengkapi dengan sebuah jarik, maka nantinya juga membawa beberapa jenis benda seperti diantaranya adalah keris yang diselipkan pada bagian belakang tubuh, sehingga terlihat lebih jantan.
  5. Basahan, busana Jawa yang umumnya dipakai ketika acara pernikahan dengan model agak terbuka, para pria tak mengenakan atasan, sedangkan model yang digunakan oleh wanita menyerupai sebuah kemben.
  6. Batik, Jawa juga memiliki sebuah batik khusus yang umum dijadikan sebagai busana adat, seperti motif awan, kemudian motif parang dan sejenisnya yang menjadi ikon mereka.

Penting untuk mengenal baju adat Jawa ini sehingga nantinya Anda juga tak kebingungan ketika ingin mengadakan acara pernikahan, ada banyak pilihan busana yang bisa dikenakan.