Makna Filosofi Baju Daerah Jawa Tengah untuk Pria
2017 Aug 10 By admin 0 comment

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam budaya, seperti tarian, rumah adat, juga baju daerah. Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai pakaian daerah adalah Jawa Tengah, untuk wanita menggunakan kebaya, sedangkan untuk pria menggunakan beskap, dan berikut ini adalah makna folosofis baju adat Jawa Tengah untuk Pria.

  1. Blangkon

Bagian belakang blangkon memiliki mondolan atau kain yang menonjol. Mneurut makna filosofisnya, masyarakat Jawa mampu menyimpan rahasia dengan baik, tidak mudah membuka aib, baik itu aib diri sendiri, maupun aib orang lain. Selain itu, tutur katanya pun lembut dan berhati-hati sebagai wujud bentuk keluhuran budi.

  1. Beskap

Baju daerah pria Yogyakarta adalah beskap yang memiliki kancing baju pada asebelah kiri serta kanan. Lambang yang tersirat pada kancing atau benik ini adalah agar penggunanya ketika melakukan sesuatu harus selalu diniknik, atau diperhitungkan dengan baik dan cermat, jangan sampa merugikan orang lain sehingga bisa menjaga hubungan baik antara kepentingan umum dan kepentingan pribadi.

  1.  Sabuk

Sabuk atau ikat pinggang dilingkarkan di badan yang memiliki arti bahwa penggunanya harus tekun berkarya dan bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi pria harus gigih dan bekerja dengan sungguh-sungguh.

  1. Epek

Bagi masyarakat Jawa, Epek memiliki arti bisa bekerja dengan baik, atau dalam artian harus epek atau mencari pengetahuan yang bermanfaat. Ketika mencari ilmu, maka harus tekun, cermat, serta teliti agar bisa memahami ilmu yang didapatkan.

  1. Timang

Timang mempunyai makna jika ilmu yang diperoleh haruslah dipahami secara jelas agar tidak ada rasa timang, samang atau khawatir

  1. Jarik

Tak hanya wanita saja yang menggunakan jarik, akan tetapi pria juga menggunakan jarik atau sinjang yang dikenakan dari pinggang hingga mata kaki. Jarik ini memiliki makna aja gampang sering atau jangan gampang iri pada orang lain. Pada penggunaan jarik biasanya juga ada wiru atau ripel yang dibuat dengan cara melipat-lipat kain. Hal ini memiliki arti bahwa ketika mengerjakan sesuatu jangan sampai wiru atau keliru. Kain jarik yang digunakan pria disebut juga dengan bebed yang memiliki arti bahma manusia itu harus ubed atau rajin bekerja.

  1. Canela

Canela memiliki arti yang sama dengan selop atau sandal. Canela bisa diartikan Canthelna jroning Nala atau pegang kuat dalam hatimu. Canela dikenakan di kaki yang memiliki arti menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga dalam hati selalu pasrah akan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

  1. Keris & Warangka

Pelengkap dari pakaian adat Jawa Tengah untuk pria adalah keris.  Keris dan Warangka (tempat Keris) merupakan perlambang bahwa manusia merupakan ciptaan Allah Yang Maha Esa.  Keris yang diletakkan di belakang tubuh memiliki arti bahwa ketika menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa, maka manusia dapat menepis godaan setan yang selalu mengganggu manusia.

Begitu banyak makna filosofis yang dimiliki oleh baju daerah Jawa Tengah untuk Pria. Hal ini tentunya bisa menjadi pengingat kebaikan serta pelajaran kebajikan hingga generasi selanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *